Broer, Belajarlah menerima Kekalahan!
sabtu kemarin, kedua adik lelaki saya dodit dan fadel mengikuti kejuaraan pesawat terbang bertenaga karet yang pertama diadakan di indonesia yang dilaksanakan dikantor pt dirgantara indonesia (pt di). mereka mewakili sma 9 bandung. walaupun si bungsu fadel masih kelas 3 smp, akhirnya panitia perlombaan bisa ditipu juga. mereka berdua telah mempersiapkan pesawat mereka sejak seminggu kemarin. dari segi perencanaan project, mereka membuat development phase lengkap dgn milestone2nya. dodit yang bertugas sebagai engineer pesawat, merancang prototype mulai dari mencari titik berat, luas area sayap dan pemilihan bahan baku pesawat.
setelah si sayah diporotin tiap hari untuk biaya pembuatan bahan pesawat dan melakukan 2 kali uji terbang akhirnya hari jumat malam, jam 19.30 pesawat mereka akhirnya diperkenalkan kepada keluarga yang diberi nama DOFA-25. esok paginya setelah lulus uji kelayakan, maka perlombaan pun dimulai. mereka mendapat nomor urut 26. akhirnya DOFA-25 dengan berat 26,7 gram terbang diudara selama 12,47 detik diruangan auditorium pt di. setelah 51 peserta menerbangkan pesawat masing2, DOFA-25 hanya menempati urutan 4, dari segi ketahanan melayang diudara. mereka pun lesu dan terlihat sangat kecewa. saya pun memberi nasehat kepada mereka agar belajar lebih keras supaya bisa berprestasi dan harus bisa menerima kekalahan. karena awal dari sukses dimulai dari kegagalan. akhirnya mereka pun mengerti. eh pulangnya ditodong hoka2 bento deh. dari acara ini saya bangga sekali dengan prestasi mereka berdua, walaupun akhirnya kalah. kedua adik saya ini termasuk orang yang boga kahayang (ada keinginan) untuk belajar teknologi. i wish our dad in heaven watch DOFA-25 flight, what would he say?





